Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen mengembangkan pembiayaan inovatif untuk pengelolaan taman nasional sebagai bagian transformasi konservasi menjadi instrumen investasi berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada sesi pembukaan “Nature and Finance” di sela London Climate Action Week 2026 di London, Inggris, Rabu (24/6/2026).
Alam Sebagai Modal Pembangunan
Menhut menyatakan Indonesia memandang alam bukan sekadar objek yang perlu dilindungi, melainkan modal pembangunan yang harus dikelola dan diinvestasikan secara berkelanjutan. Menurutnya paradigma perlu bergeser dari financing conservation ke investing in conservation.
Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia menekankan konservasi yang menghasilkan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara bersamaan. Pendekatan ini, kata Menhut, dijiwai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan sumber daya alam sekaligus menciptakan peluang pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Satgas dan Instrumen Pembiayaan
Pemerintah memperkenalkan pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional. Satgas ini bertujuan memperkuat perlindungan dan pemulihan taman nasional, menjaga spesies langka dan terancam punah, serta mengembangkan sumber pembiayaan berkelanjutan.
Berbagai instrumen yang sedang dikembangkan antara lain:
- kredit karbon;
- kredit biodiversitas;
- obligasi konservasi spesies;
- ekowisata;
- debt-for-nature swap;
- mekanisme pembiayaan inovatif lainnya.
Indonesia juga memperkenalkan inisiatif “One Species, One Company” untuk mendorong partisipasi sektor swasta dalam perlindungan satwa ikonik seperti badak, orangutan, gajah, harimau, dan cenderawasih.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal dan Kelembagaan
Pemerintah menegaskan masyarakat hukum adat dan komunitas lokal harus menjadi mitra utama sekaligus penerima manfaat dalam pengelolaan kawasan konservasi.
Dari sisi kelembagaan, upaya memperkuat tata kelola mencakup pengembangan skema Badan Layanan Umum pada kawasan taman nasional untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan dan menjamin keberlanjutan pendanaan konservasi jangka panjang.
Prospektus Investasi dan Ajakan Kolaborasi
Salah satu prioritas yang sedang disusun adalah prospektus investasi berbasis sains untuk 13 taman nasional prioritas. Tujuannya menerjemahkan hasil konservasi menjadi peluang investasi yang kredibel, transparan, dan dapat direplikasi.
Menhut mengajak pemerintah, lembaga pembangunan, organisasi filantropi, lembaga keuangan, dan investor swasta bekerja sama menutup kesenjangan pendanaan konservasi global.
Ihram.co.id — “Indonesia mengundang pemerintah, lembaga pembangunan, organisasi filantropi, lembaga keuangan, dan investor swasta untuk bersama-sama membangun model pembiayaan konservasi yang praktis, terukur, dan berdampak nyata,” ujar Raja Juli Antoni.
Ikuti Ihram.co.id
