Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyatakan kepuasan mendalam atas kinerja seluruh jajaran Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM RI) selama setahun terakhir. Ia menilai kepercayaan publik terhadap KemenHAM RI mengalami peningkatan signifikan.
Peningkatan Kepercayaan Publik dan Laporan Pengaduan
Menurut Pigai, peningkatan kepercayaan publik terlihat dari lonjakan jumlah pengaduan yang masuk. “Kepercayaan publik terhadap KemenHAM RI mengalami peningkatan yang signifikan, terlihat dari banyaknya pengaduan yang masuk. Dari yang awalnya hanya 70 laporan, kini meningkat menjadi sekitar 1.300 pengaduan,” ujar Pigai dalam keterangan tertulis, Selasa (06/01/2026). Ia menambahkan, “Peningkatan ini menunjukkan bahwa publik telah mengenal KemenHAM RI sebagai lembaga yang mengurusi pemenuhan hak asasi manusia.” Pernyataan ini disampaikan Pigai di Jakarta, Senin (05/01).
Pigai juga mengaitkan kepercayaan publik dengan pemberitaan media mengenai hasil kinerja KemenHAM RI. “Apa yang disampaikan media merupakan hasil reportase dari pekerjaan nyata seluruh jajaran KemenHAM RI,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kepercayaan ini bukan disebabkan oleh kontroversi, melainkan hasil dari kinerja yang konsisten dan intensif. “Kami dikenal bukan karena membuat kasus, tetapi karena bekerja. Kami bekerja sungguh-sungguh, pagi, siang, sore, dan malam. Bahkan ada yang sampai tidur di kantor,” tegas Pigai.
Perkembangan Kelembagaan KemenHAM RI
Pada kesempatan yang sama, Pigai memaparkan perkembangan signifikan KemenHAM RI secara kelembagaan. Sejak awal berdiri dengan jumlah pegawai yang terbatas, kini KemenHAM RI telah memiliki ribuan pegawai yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, KemenHAM RI berhasil membangun organisasi dan tata kelola yang lengkap, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Hingga kini, KemenHAM RI telah memiliki 20 Kantor Wilayah dan 18 Wilayah Kerja. “Kita tidak menumpang pada kementerian atau lembaga lain. Artinya, Bapak dan Ibu telah bekerja serius dalam memperkuat lembaga, sehingga dalam waktu singkat KemenHAM RI dapat berdiri sejajar dengan kementerian yang telah ada puluhan tahun,” ujar Pigai.
Dedikasi Pegawai dan Apresiasi
Pigai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah bekerja penuh dedikasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah pegawai kerap menginap di kantor demi menyelesaikan tugas-tugas kementerian.
“Ini bukti bahwa kita bekerja sungguh-sungguh. Dedikasi seperti inilah yang membentuk KemenHAM RI menjadi institusi yang matang dari sisi tata kelola, manajemen, dan organisasi,” lanjut Pigai.
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
Puncak keberhasilan kinerja KemenHAM RI ditandai dengan terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang akan ditetapkan pada 8 Januari 2026. “Ini bukan sekadar keberuntungan birokrasi, melainkan hasil kerja keras dan diplomasi dalam meyakinkan negara lain. Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, kita memiliki tanggung jawab besar,” jelas Pigai.
Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Pigai telah meminta Sekretariat Jenderal KemenHAM RI menyiapkan anggaran serta menugaskan dua hingga tiga staf untuk berkantor di Kantor Pusat Dewan HAM PBB selama masa kepresidenan berlangsung. “Seluruh biaya, mulai dari tunjangan hingga uang saku, akan ditanggung melalui anggaran resmi kementerian agar mereka dapat menimba pengalaman internasional,” pungkas Pigai.






