Warga dan pelaku usaha kecil di sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengeluhkan pemadaman listrik yang masih berlangsung. Gangguan pasokan listrik itu dinilai menghambat aktivitas ekonomi sehari-hari, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada aliran listrik untuk operasional.

Keluhan datang dari berbagai pihak yang menyebut proses produksi, pelayanan kepada pelanggan, dan kegiatan usaha lainnya terganggu. Para pelaku usaha memperingatkan potensi kerugian jika pemadaman berlanjut.

Dampak Terhadap UMKM

Sejumlah pelaku usaha menyatakan kendala dalam proses produksi akibat tidak tersedianya listrik. Gangguan ini juga memengaruhi layanan kepada konsumen, sehingga ritme usaha menjadi terhambat.

Pelaku usaha menyoroti risiko penurunan pendapatan dan peningkatan biaya operasional ketika harus mencari alternatif, seperti sumber daya listrik cadangan, untuk menjaga aktivitas usaha tetap berjalan.

Tekanan Pada Perekonomian Lokal

Pemadaman listrik berkepanjangan dinilai berimplikasi pada kelangsungan usaha masyarakat dan roda perekonomian daerah. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik stabil.

Sampai saat ini, keluhan terhadap gangguan pasokan listrik terus disuarakan oleh masyarakat dan pelaku usaha kecil di Blora, yang berharap pasokan kembali normal secepatnya.