Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk program renovasi dan revitalisasi 1.400 madrasah di berbagai daerah. Program ini ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan dan meningkatkan fasilitas pendukung pendidikan keagamaan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan rencana tersebut saat meninjau pembangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (25/6/2026).

Beragam Kondisi Bangunan

AHY menjelaskan kondisi madrasah yang menjadi sasaran sangat beragam. Beberapa mengalami kerusakan berat, sementara yang lain membutuhkan rehabilitasi sedang atau peningkatan fasilitas pendukung.

“Ada yang rusaknya berat, ada yang rusaknya sedang. Semuanya kita coba lakukan perbaikan,” kata AHY.

Penyesuaian Intervensi

Menurut AHY, bentuk intervensi akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing bangunan agar perbaikan lebih efektif dan tepat sasaran. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memastikan sumber daya dialokasikan secara efisien.

Investasi Jangka Panjang

AHY menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga lingkungan belajar yang aman dan sehat. Pemerintah melihat perbaikan fasilitas sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia.

“Ini adalah modal penting untuk membangun sumber daya manusia kita ke depan,” tegas AHY.

Melalui program revitalisasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak siswa dan santri dapat belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak sehingga kualitas pendidikan nasional terus meningkat.