Pemerintah Malaysia mengumumkan penurunan harga diesel menjadi RM 2,10 per liter di seluruh wilayah negara mulai Juli 2026. Kebijakan ini diberlakukan untuk menutup jurang harga yang selama ini memicu penyelundupan dan kebocoran pendapatan negara.
Langkah itu akan memangkas tarif di Semenanjung Malaysia hingga lebih dari separuh dari harga saat ini, sementara harga di Sabah dan Sarawak hanya turun sedikit karena sebelumnya sudah dikenai subsidi.
Perbedaan Harga Antarwilayah
Saat ini diesel subsidi dijual di Sabah dan Sarawak seharga RM 2,15 per liter, sedangkan di Semenanjung Malaysia harganya mencapai RM 4,37 per liter setelah harga dilepas ke mekanisme pasar sejak Juni 2024. Selisih tersebut menciptakan celah ekonomi yang dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.
Alasan dan Dampak Kebijakan
Kementerian Keuangan menyatakan kesenjangan harga antara wilayah timur dan barat telah mendorong penyelundupan diesel, termasuk pengiriman ke luar perbatasan. Praktik itu menyebabkan kebocoran penerimaan negara yang dinilai signifikan.
Namun kementerian belum merinci skema pendanaan untuk menutup tambahan beban subsidi nasional akibat penyamarataan harga tersebut. Tekanan kas negara saat ini diperparah oleh lonjakan biaya bahan bakar global yang dipicu oleh konflik di Iran.
Ihram.co.id — Pada Maret 2026, Menteri Keuangan II Amir Hamzah Azizan menyebut beban subsidi bahan bakar diproyeksikan meningkat dari RM 700 juta menjadi sekitar RM 3,2 miliar per bulan.
Rencana implementasi rinci kebijakan ini dijadwalkan diumumkan oleh Amir Hamzah pada hari yang telah ditetapkan.
Upaya Amankan Pasokan Energi
Untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan global yang terbatas, Malaysia memperluas kerja sama energi. Petronas menandatangani kerja sama di Turkmenistan untuk memperkuat posisi di Laut Kaspia dan memperluas portofolio hulu energi.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa kesepakatan itu memberi akses ke salah satu cadangan gas terbesar dunia dan berpotensi meningkatkan kapasitas ekspor. Selain itu, pemerintah menyebut adanya kesepakatan jangka panjang dengan Rusia untuk pasokan minyak, gas, dan diesel sekurang-kurangnya 20 tahun ke depan.
Latar Belakang Subsidi Berbeda
Selama bertahun-tahun pemerintah memberlakukan subsidi diesel yang berbeda antara Semenanjung dan wilayah timur—Sabah dan Sarawak. Wilayah timur dikecualikan dari pencabutan subsidi pada Juni 2024 karena kondisi geografis dan ketergantungan masyarakat setempat pada kendaraan bermesin diesel untuk mobilitas di medan yang menantang.
Namun perbedaan kebijakan subsidi tersebut memicu maraknya penyelundupan diesel ke wilayah Semenanjung dan lintas negara tetangga. Pemerintah lalu memutuskan menyamaratakan harga secara nasional untuk menutup pasar gelap tersebut.
Ikuti Ihram.co.id
