Pemerintah menyiapkan belanja sebesar Rp26,34 triliun untuk paket stimulus ekonomi pada semester II-2026. Dana itu dialokasikan untuk insentif transportasi, program magang dan vokasi, serta bantuan pangan yang ditargetkan mendorong pertumbuhan hingga akhir tahun.
Pengumuman jumlah alokasi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai pembahasan lintas kementerian dan mendapatkan arahan Presiden. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026, sementara pertumbuhan triwulan I-2026 tercatat 5,61%.
Rincian Stimulus Dan Insentif Transportasi
Dari total Rp26,34 triliun, alokasi untuk stimulus dan insentif transportasi pada periode liburan mencapai Rp2,04 triliun. Paket ini terdiri dari beberapa kebijakan, termasuk tarif pajak khusus dan diskon angkutan selama periode tertentu.
Pertama, penetapan tarif khusus Pajak Penghasilan Final Royalti sebesar 1,5% bagi penulis nasional.
Kedua, diskon transportasi per musim libur sekolah: potongan 30% untuk kereta api pada 20 Juni-5 Juli 2026, potongan 30% tarif dasar untuk Kapal Pelni pada 20 Juni-15 Agustus 2026, serta gratis jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni-5 Juli 2026. “Alokasi anggaran untuk diskon transportasi adalah sebesar Rp190,5 miliar dengan target 3 juta penumpang,” kata Airlangga.
Insentif transportasi udara diberikan dalam bentuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) 100% untuk tiket pesawat berjadwal domestik kelas ekonomi. “Anggaran yang disiapkan adalah sebesar Rp472,7 miliar untuk target 2,3 juta penumpang,” tambahnya.
Untuk periode libur Natal dan Tahun Baru, diskon 30% berlaku pada tiket Kereta Api (22 Desember 2026-4 Januari 2027) dan 30% tarif dasar untuk Kapal Pelni (17 Desember 2026-10 Januari 2027). Gratis tarif jasa kepelabuhanan ASDP juga diterapkan pada 22 Desember 2026-10 Januari 2027. “Total alokasi anggaran sebesar Rp161,4 miliar dengan target 2,8 juta penumpang,” jelas Airlangga.
Stimulus Impor LPG, Bahan Baku Plastik, dan Suku Cadang
Pemerintah juga menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan untuk bahan baku plastik, serta penurunan bea masuk impor suku cadang pesawat. Estimasi total manfaat program LPG tercatat Rp2,25 triliun dengan potensi kehilangan penerimaan negara sebesar Rp360 miliar per tahun. Alokasi anggaran untuk program ini sebesar Rp500 miliar.
Program Magang Dan Vokasi
Untuk masyarakat kelas menengah, pemerintah menjalankan program magang dan vokasi. Program magang akan dimulai pada Juli 2026 dengan alokasi Rp4,14 triliun untuk 150 ribu peserta.
Program vokasi disiapkan dengan anggaran Rp2,12 triliun untuk peningkatan keterampilan tenaga kerja. Target prioritas vokasi difokuskan pada 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan dan 50 ribu pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Bantuan Pangan
Bantuan pangan diberikan dalam bentuk beras 10 kilogram dan program stabilisasi harga serta pasokan kedelai (SPHP) untuk pengrajin tahu dan tempe. Bantuan beras 10 kg dijadwalkan untuk 32,24 juta penerima selama tiga bulan mulai Juli 2026, dengan estimasi anggaran Rp17,54 triliun.
Untuk SPHP kedelai, subsidi diberikan hingga Rp2 ribu per kg dengan kuota total 250 ribu ton. Pada tahap pertama, program difokuskan pada daerah yang harga kedelainya berada di atas harga acuan pembelian, dengan anggaran sebesar Rp500 miliar, menurut Airlangga.
“Kami sudah membahas secara lintas kementerian dan sudah mendapatkan arahan dari Bapak Presiden jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II-2026 ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun,”
Ikuti Ihram.co.id
