PT Pertamina (Persero) dan Kementerian Ketenagakerjaan RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia serta budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada Senin, 22 Juni.

MoU mengatur sinergi program ketenagakerjaan dan pemanfaatan SDM, sedangkan PKS memfokuskan kerja sama pada penyelenggaraan pelatihan di bidang K3.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Andy Arvianto dan Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi. Sementara itu, PKS ditandatangani oleh SVP Pertamina Corporate University Robby Rafid, SVP HSSE Pertamina I Ketut Laba, dan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah.

Acara tersebut disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, serta jajaran manajemen kedua pihak.

Melalui kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha, kedua pihak menyatakan ingin mendorong lahirnya tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berbudaya keselamatan.

Menaker Yassierli mengapresiasi dukungan Pertamina dan menyatakan Kemnaker siap mengawal implementasi program tersebut. “Dengan kolaborasi inilah, kita yakin bahwa tantangan apa pun kita bisa hadapi bersama,” ujarnya.

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis, terutama di tengah dinamika global dan tuntutan transisi energi. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan perusahaan ditentukan bukan hanya oleh aset atau teknologi, tetapi juga kualitas SDM.

“Investasi terbaik yang dapat dilakukan adalah investasi manusia. Pengembangan kompetensi, peningkatan produktivitas, serta pembentukan budaya HSSE yang unggul merupakan fondasi penting keberlanjutan perusahaan sekaligus kontribusi nyata mendukung ketahanan ekonomi nasional,” kata Iriawan.

Iriawan juga menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk memberdayakan potensi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui pendekatan creating shared value dan ekonomi sirkular. “Semoga kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, menciptakan budaya keselamatan yang semakin kuat, serta menghadirkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia dan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menekankan peran SDM sebagai penghubung antara strategi perusahaan dan pencapaian kinerja. Ia menyatakan komitmen tinggi perusahaan dalam menjaga aspek kesehatan dan keselamatan pekerja.

“Kita semua, di seluruh lini Pertamina Group, adalah satu keluarga. Ada keluarga yang menunggu di rumah, sehingga keselamatan setiap pekerja harus menjadi prioritas. Karena itu, arahan dari Komisaris Utama sangat jelas, yaitu memastikan setiap pekerja Pertamina selamat berangkat, selamat menjalankan pekerjaannya, dan selamat kembali pulang ke rumah,” tegas Oki.

Oki menambahkan harapan agar sinergi ini mampu membangun SDM yang solid dari hulu hingga hilir, karena keberhasilan operasi Pertamina berawal dari insan-insan yang menjalankan pekerjaan secara aman, produktif, dan berkinerja tinggi.