Presiden Prabowo Subianto menempatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai pilar penting penggerak ekonomi nasional. Arahan itu menegaskan bahwa peran bank-bank BUMN kini harus melampaui sekadar pencapaian laba.

Himbara diminta turut memperluas akses keuangan hingga ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi, demikian disampaikan dalam arahan kepada jajaran manajemen Himbara.

Kapitalisasi Besar Jadi Kekuatan Strategis

Himbara terdiri atas empat bank konvensional—Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN—serta satu bank syariah, BSI. Gabungan kapitalisasi pasar kelima bank tersebut mencapai sekitar Rp 1.100 triliun atau sekitar 10% dari total kapitalisasi pasar di Indonesia.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, menyatakan, “Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp 1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah.” Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima pada Senin (22/6/2026).

Peran Tak Hanya Profit

Rosan menekankan posisi strategis Himbara dalam sistem keuangan nasional dan meminta agar peran bank-bank negara juga diarahkan untuk membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat.

“Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar,” ujar Rosan.

Koordinasi Danantara Dinilai Perkuat Sinergi

Pengamat perbankan Moch. Amin Nurdin menilai hadirnya Danantara Indonesia sebagai pengelola BUMN memperkuat peran Himbara. Menurut Amin, koordinasi yang lebih solid berpotensi meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.

“Di bawah koordinasi Danantara dan arahan presiden, terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah,” kata Amin.

Pentingnya Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Meski menyambut perluasan peran, Amin mengingatkan bahwa penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi hal krusial. Ekspansi tugas Himbara perlu diarahkan pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan,” ujar Amin.