Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada para menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga di bawahnya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya memiliki inisiatif dalam bekerja, seraya meminta agar tidak hanya terpaku menunggu petunjuk dari atasan.
Arahan dalam Retret Kabinet
Arahan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan taklimat dalam retret kabinet kedua yang diselenggarakan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Prabowo mengawali arahannya dengan mengapresiasi kinerja para jajarannya yang dinilainya berani dalam mengambil keputusan.
“Tidak terlalu sering saya kumpulkan Saudara-saudara. Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman, keberanian,” ujar Prabowo mengawali sambutannya.
Pentingnya Keberanian dan Pemahaman Strategi
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa inisiatif yang diambil oleh para menteri dan wakil menteri membutuhkan keberanian. Ia membandingkan dengan sikap yang lebih aman dan mudah, yaitu tidak berbuat apa-apa atau sekadar menunggu instruksi.
“karena Saudara-saudara mengambil keputusan, mengambil inisiatif, itu membutuhkan keberanian, yang paling aman paling gampang tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk,” jelasnya.
Presiden menekankan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu memahami strategi besar dan tujuan yang ingin dicapai.
“Tetapi pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya, adalah mereka yang memahami strategi besar memahami tujuan, memahami direktif pemimpin,” tegas Prabowo.
Menentukan Arah Besar, Bukan Menunggu Perintah
Oleh karena itu, Prabowo meminta agar para menterinya tidak hanya pasif menunggu keputusan dari atasan. Sebaliknya, ia mendorong agar jajarannya mampu menentukan arah besar dalam perumusan strategi kerja.
“Sehingga yang dipahami adalah arah besar adalah petunjuk umum, bukan tiap keputusan harus menunggu petunjuk atasan,” pungkasnya.






