Aksi pemerasan terhadap seorang pengusaha di Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berujung pencegatan oleh warga. Enam orang yang mengaku sebagai polisi gadungan, namun belakangan diketahui merupakan oknum wartawan, berhasil dikepung warga setelah memeras korban hingga puluhan juta rupiah.
Rekaman Viral dan Aksi Pengepungan
Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sebuah mobil berwarna hitam dikepung oleh sejumlah warga. Dalam narasi yang menyertai video, para pelaku di dalam mobil tersebut diduga memeras seorang pengusaha hingga ratusan juta rupiah dengan modus mengaku sebagai anggota polisi.
Terlihat dalam rekaman, warga mengepung mobil sambil meneriakinya. Tak lama kemudian, mobil tersebut langsung tancap gas untuk melarikan diri dari kepungan warga.
Klarifikasi Polisi: Pelaku Oknum Wartawan
Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa para pelaku bukanlah anggota polisi. “Tidak ada keterlibatan anggota Polres Bogor, mereka adalah oknum wartawan yang mengaku sebagai anggota Polres dan Polda,” ujar AKP Budi, Rabu (7/1/2026).
Modus Operandi dan Negosiasi Uang Damai
Menurut AKP Budi, keenam pelaku mendatangi lokasi kejadian pada Senin, 6 Januari 2026. Mereka menggunakan mobil Toyota Avanza Veloz dan melancarkan aksinya dengan menakut-nakuti korban dengan cara mengambil gambar usahanya. “Pelaku enam orang datang menggunakan Avanza Veloz, mengaku sebagai anggota Polres/Polda. Mengambil foto/video usaha korban untuk menakut-nakuti,” jelasnya.
Selanjutnya, para pelaku meminta uang damai sebesar Rp 100 juta agar korban tidak dibawa ke kantor polisi. Setelah melalui proses negosiasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat pada angka Rp 35 juta.
Warga Bertindak, Pelaku Diamankan
Saat proses negosiasi sedang berlangsung, warga yang mengetahui kejadian tersebut segera bertindak. Massa kemudian mengepung para pelaku. “Untuk menghindari amuk massa, para pelaku diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Cigudeg,” pungkas AKP Budi.
Kejadian ini menambah daftar panjang modus penipuan yang mengatasnamakan aparat penegak hukum. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk pemerasan dan penipuan yang mengatasnamakan institusi Polri.






