Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikabarkan merasa terganggu oleh isu yang mengaitkan dirinya dengan polemik ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pihak SBY kini tengah mempertimbangkan langkah hukum untuk menanggapi tudingan tersebut.
Awal Mula Keterkaitan SBY dan Isu Ijazah Jokowi
Isu mengenai keterlibatan SBY dan Partai Demokrat dalam penyebaran isu ijazah palsu Jokowi telah beredar sejak Juli 2025. Kala itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa narasi yang menyebut Partai Demokrat sebagai dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi adalah fitnah keji dan berpotensi menyesatkan publik.
“Kami dari Partai Demokrat menanggapi dengan tegas tuduhan bahwa ‘partai biru’ adalah dalang di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Tuduhan ini adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap institusi politik yang sah. Kami menolak keras segala bentuk politisasi kebohongan demi kepentingan sempit,” ujar Ibas dalam pernyataannya pada Selasa (29/7/2025).
Ibas juga mengklarifikasi bahwa Roy Suryo, yang diketahui meragukan keaslian ijazah Jokowi, bukanlah kader Partai Demokrat sejak 2019. “Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu tersebut. Saudara Roy Suryo bukan lagi bagian dari Partai Demokrat sejak tahun 2019. Pernyataannya adalah sikap pribadi dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan partai,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ibas menilai upaya mengaitkan Partai Demokrat dengan isu ijazah palsu merupakan manuver politik yang tidak sehat dan berpotensi memecah belah bangsa.
Jokowi Menepis Tuduhan Terhadap SBY
Presiden Jokowi sendiri telah memberikan tanggapan terkait isu ijazah palsu tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan warna partai politik terkait sosok di balik isu tersebut, apalagi menuduh Partai Demokrat atau SBY.
“Nggak ada, saya nggak pernah berbicara masalah warna, nggak pernah,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, seperti dilansir detikJateng pada Kamis (31/7/2025). Jokowi enggan merinci siapa ‘orang besar’ yang dimaksudnya, namun ia secara eksplisit menyatakan bahwa sosok tersebut bukanlah SBY.
SBY Pertimbangkan Langkah Hukum
Baru-baru ini, politikus Partai Demokrat, Andi Arief, mengungkapkan bahwa SBY merasa terganggu dengan isu yang menyeret namanya. Andi Arief menyatakan bahwa SBY sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah tersebut.
Dalam sebuah video yang dirilis pada Rabu (31/12/2025), Andi Arief mengaku baru saja bertemu dengan SBY. Ia menyampaikan bahwa SBY tidak terlibat sama sekali dalam isu ijazah Jokowi dan merasa sangat terganggu dengan pemberitaan yang tidak benar.
“Saya bertemu Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati dalam mengungkap soal ijazah palsu Pak Jokowi ini,” ungkap Andi Arief.
Andi Arief menambahkan bahwa pihak yang menyeret nama SBY dalam pusaran isu ini adalah akun-akun anonim di media sosial. Ia mengklaim bahwa afiliasi akun-akun tersebut sudah diketahui.
“Sangat masif sekali fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim yang kita tahu afiliasinya ke mana, yang membuat berita fitnah seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi yang sekarang sedang berseteru antara Pak Jokowi dan Roy Suryo dkk. Ini tentu sangat mengganggu,” jelasnya.
Andi Arief menegaskan bahwa hubungan SBY dengan Jokowi berjalan baik dan meminta agar fitnah terhadap SBY segera dihentikan. Ia juga menyebutkan bahwa SBY saat ini lebih fokus pada aktivitas pribadinya di bidang seni dan olahraga, serta jarang terlibat dalam kegiatan politik.
Mengenai langkah hukum, Andi Arief menyatakan bahwa SBY menimbang opsi somasi sebelum menempuh jalur hukum pidana. “Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan ambil langkah hukum, dengan pertama memberikan somasi terhadap orang-orang yang melakukan fitnah tersebut, dan terbuka kemungkinan menempuh jalur hukum karena ini masalah keadilan,” ujar Andi Arief.
“Pak SBY merasa tidak melakukan itu tetapi difitnah,” imbuhnya menegaskan.
Seruan untuk Kader Demokrat
Andi Arief juga menyerukan kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk membela SBY yang dianggapnya sedang difitnah. Ia menekankan bahwa SBY tidak pernah mengajarkan politik kotor.
“Untuk seluruh kader Demokrat untuk tetap membela pemimpin kita yang dizalimi, difitnah, ini karena memang betul-betul tidak dilakukan Pak SBY. Kita tahu selama ini Pak SBY selalu mengajarkan kita politik yang putih, yang bersih, yang tidak pernah menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah, tetapi kalau kita difitnah dizalimi kita harus melawan,” tuturnya.
Partai Demokrat Somasi Akun TikTok
Menindaklanjuti hal tersebut, Partai Demokrat secara resmi telah melayangkan somasi kepada salah satu akun TikTok berinisial SWBMP terkait tudingan keterlibatan SBY dalam isu ijazah palsu Jokowi. Demokrat menuntut akun tersebut untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi secara terbuka.
Dalam surat somasi yang dilayangkan oleh Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Demokrat, disebutkan bahwa pernyataan dalam video tersebut tidak benar, merupakan pemberitaan bohong, dan/atau fitnah.
Partai Demokrat menyertakan sejumlah pasal dalam surat somasi, termasuk Pasal 14 ayat (1), Pasal 14 ayat (2), dan Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta pasal-pasal terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Demokrat menilai pemilik akun TikTok tersebut telah menyesatkan pandangan publik dan membuat situasi menjadi keruh. Pernyataan dalam video tersebut dianggap merugikan citra dan nama baik Partai Demokrat serta Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
DPP Partai Demokrat meminta pemilik akun TikTok untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka, serta menghapus video terkait. Demokrat mempermasalahkan isi video tertanggal 30 Desember 2025 yang diunggah akun TikTok tersebut, yang secara pokok menyatakan bahwa SBY harus memutar otak dan bermain tidak bersih untuk menjatuhkan lawan politiknya, salah satunya dengan isu ijazah Jokowi dan Gibran.
Hingga berita ini diturunkan, detikcom telah mengirimkan pesan kepada akun TikTok tersebut namun belum mendapatkan balasan.






