Lebak, Banten – Masyarakat adat Baduy di Lebak, Banten, kembali menerapkan tradisi tahunan yang sakral, yaitu Kawalu. Selama periode tiga bulan ini, akses menuju Baduy Dalam akan ditutup bagi para wisatawan.
Penutupan Akses Wisatawan
Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pemerintah, Oom, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tradisi Kawalu yang bersifat sakral dan rutin dilakukan setiap tahun. “Selama prosesi Kawalu berlangsung, rombongan wisatawan tidak diperkenankan berkunjung ke Baduy Dalam,” ujar Oom pada Rabu (7/1/2025).
Tradisi Kawalu akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari Januari hingga Maret. “Penutupan ini khusus Baduy Dalam dan berlangsung sekitar Januari, Februari, hingga Maret,” imbuhnya.
Rangkaian Tradisi Adat
Oom melanjutkan bahwa setelah pelaksanaan Kawalu, masyarakat Baduy akan melanjutkan tradisi lain yang tak kalah penting, yaitu Seba Baduy. Tradisi Seba Baduy merupakan bentuk rasa syukur masyarakat adat atas hasil bumi yang melimpah, di mana mereka akan membawa hasil panen tersebut kepada Bupati Pandeglang, Lebak, dan Gubernur Banten. “Setelah beres Kawalu itu memasuki menjelang Seba Baduy,” katanya.
Meskipun Baduy Dalam ditutup selama Kawalu, Oom menegaskan bahwa Baduy Luar masih dapat dikunjungi oleh wisatawan. “Kalau untuk menikmati suasana Baduy Luar masih bisa,” tandasnya.






