Sepakbola

Virgil van Dijk Heran Liverpool Dipuji Usai Imbang Lawan Arsenal: Kami Kesulitan di Sepertiga Akhir

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengaku terkejut dengan banjir pujian yang dialamatkan kepada timnya usai bermain imbang tanpa gol melawan Arsenal. Meski mendominasi penguasaan bola, bek asal Belanda tersebut menilai performa The Reds masih memiliki banyak kekurangan yang harus segera dibenahi.

Dominasi Tanpa Peluang Berarti

Laga Arsenal vs Liverpool di Emirates Stadium dalam lanjutan Premier League, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Sebelum laga dimulai, banyak pihak memprediksi Liverpool akan kesulitan menghadapi tekanan tuan rumah mengingat performa skuad asuhan Arne Slot yang dinilai kurang meyakinkan dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan Liverpool mampu mengontrol jalannya pertandingan. Statistik mencatat The Reds unggul 52 persen penguasaan bola secara keseluruhan, bahkan sempat menyentuh angka 65 persen pada babak kedua. Hal inilah yang memicu pujian dari para pengamat, namun Van Dijk justru merasa heran.

Kritik Van Dijk Terhadap Standar Ganda

Foto: Getty Images/marc Atkins
Foto: Getty Images/Marc Atkins

“Saya agak kaget orang-orang berpikir ini penampilan yang bagus. Sebab, ketika kami menguasai bola 60 atau 70 persen melawan tim lain, orang-orang menilainya membosankan. Sekarang, justru disebut penampilan yang luar biasa,” ujar Van Dijk sebagaimana dikutip dari Sky Sports.

Van Dijk menyoroti ketidakmampuan timnya dalam mengonversi penguasaan bola menjadi ancaman nyata. Berdasarkan data statistik pertandingan, Liverpool melepaskan delapan tembakan, namun tidak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang Arsenal. Tim tamu juga tercatat sama sekali tidak menciptakan peluang emas sepanjang 90 menit.

Statistik PertandinganArsenalLiverpool
Penguasaan Bola48%52%
Total Tembakan128
Tembakan ke Gawang40
Peluang Besar20

Pekerjaan Rumah di Sepertiga Akhir

Lebih lanjut, Van Dijk mengakui bahwa timnya masih tertinggal dari rival-rival utama dalam hal eksekusi di area pertahanan lawan. Masalah bola mati dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan menjadi fokus utama yang harus diperbaiki oleh tim pelatih.

“Kami tahu bagaimana membangun serangan, tapi kami jelas kesulitan dalam beberapa hal. Menemukan operan dan eksekusi yang tepat di sepertiga akhir adalah hal yang belum berada di level tim-tim besar lainnya. Itulah alasan mengapa kami terus bekerja keras setiap hari,” pungkasnya.