Jembrana – Memasuki hari pertama tahun 2026, Pelabuhan Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, mulai disibukkan dengan arus balik libur Tahun Baru. Volume kendaraan yang meninggalkan Pulau Dewata menuju Pulau Jawa terpantau mengalami peningkatan signifikan.
Peningkatan Volume Kendaraan
Manager Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menyatakan bahwa pergerakan arus balik telah menunjukkan tren peningkatan sejak hari ini. “Pergerakan arus balik mulai meningkat, namun seluruh sistem layanan berjalan dengan baik. Hari ini sudah mulai terjadi peningkatan,” ujar Didi, dilansir detikBali, Jumat (2/1/2025).
Meskipun jumlah penumpang yang menyeberang ke Pulau Jawa pada H+6 tercatat sebanyak 22.963 orang, angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 1,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, hal berbeda terjadi pada volume kendaraan.
Data menunjukkan sebanyak 7.698 unit kendaraan telah keluar dari Bali, yang berarti terjadi kenaikan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan tertinggi terlihat pada kendaraan roda dua (R2), yang mencapai 3.760 unit atau meningkat 18,3 persen. Kendaraan truk logistik juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen, dengan total 1.452 unit.
Langkah Mitigasi ASDP
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan dan antrean, ASDP Pelabuhan Gilimanuk telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya adalah penerapan delaying system di beberapa titik buffer zone sebelum kendaraan memasuki area pelabuhan.
Saat ini, ASDP mengoperasikan 28 kapal dalam kondisi operasional normal. “Kami juga menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), kesiapsiagaan petugas di lapangan, serta penguatan koordinasi lintas instansi terkait,” jelas Didi.
Didi memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini dan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi kepadatan di area pelabuhan.






