Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan rencana konversi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) masih berada dalam tahap proses dan kajian pemerintah.

Langkah itu disebutnya bagian dari upaya memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menutup acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional Penyandang Disabilitas di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Jumat (19/6/2026) malam.

“Masih dalam proses. Itu adalah bagian daripada bauran energi yang terus kita lakukan dalam rangka mengurangi impor LPG,” ujar Bahlil saat ditemui usai acara.

Apresiasi untuk Peserta MTQ Penyandang Disabilitas

Selain membahas energi, Bahlil menyampaikan apresiasi dan haru atas kemampuan para peserta MTQ penyandang disabilitas. Ia menilai keterbatasan fisik tidak menghalangi prestasi dan kontribusi mereka bagi masyarakat.

“Saya tidak mengatakan saudara-saudara kita ini adalah orang yang berkekurangan. Secara fisik mungkin berbeda dengan kita, tetapi yang sehat-sehat ini belum tentu bisa mengaji sebaik apa yang dilakukan oleh saudara-saudara kita,” kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa kaum disabilitas berhak memperoleh akses setara di segala bidang. “Tidak boleh mereka terabaikan terhadap hak-hak mereka. Bahkan karena kekhususannya, kaum disabilitas wajib memperoleh perhatian lebih dari negara,” tambahnya.