Pemerintah Kota Bandung tengah mendorong tiga proyek transportasi yang masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk memperbaiki mobilitas di kota dan sekitarnya. Ketiga proyek itu adalah Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), Bandung Rapid Transit (BRT), dan monorel ringan yang menghubungkan Bandung Selatan dengan pusat kota.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rencana dan perkembangan proyek tersebut saat menghadiri forum bertema Green is the New Growth pada Selasa (30/6/2026). Menurutnya, ketiganya akan berperan penting dalam sistem transportasi kota.

Perkembangan BRT dan Target Operasional

Farhan menyatakan proyek BRT menjadi yang paling maju di antara ketiganya. “Udah jalan nih, ini udah jalan nih BRT nih. Dua tahun ke depan udah operasional semuanya, melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Pendanaan BRT, menurut Farhan, berasal dari World Bank.

Rencana Monorel Ringan Kopo–Simpang Dago

Untuk monorel ringan, rencana jalurnya menghubungkan kawasan Kopo di Bandung Selatan menuju Simpang Dago. Farhan menyebut inisiatif ini merupakan kelanjutan dari perencanaan yang telah disampaikan Direktorat Jenderal Perkeretaapian kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Monorail ringan dari Bandung Selatan, Kopo, menuju ke Simpang Dago. Ini lanjutan dari apa yang sudah direncanakan. Dirjen Kereta Api sudah menyampaikan hal itu kepada Dinas Perhubungan Jawa Barat,” kata Farhan.

Pemerintah kota saat ini tengah menyiapkan titik-titik untuk pembangunan tiang monorel. Farhan menggambarkan konsep monorel tersebut memiliki desain kecil dan beroperasi di atas rel, mirip konfigurasi di sebagian bandara.

Studi Kelayakan, DED, dan Jadwal Groundbreaking

Farhan memaparkan jadwal yang diproyeksikan untuk monorel. Studi kelayakan (FS) diperkirakan membutuhkan waktu 1,5 tahun, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan detail engineering design (DED).”FS-nya butuh 1,5 tahun ya, tiga tahun lagi harusnya udah bisa groundbreaking,” ujarnya.

Ia menambahkan harapan agar proses desain rinci selesai sekitar 1,5 tahun setelah studi kelayakan rampung.

Sumber Pembiayaan dan Minat Investor

Ketiga proyek tersebut, menurut Farhan, akan dibiayai melalui pinjaman luar negeri. Untuk monorel, pembiayaan disebut mendapat dukungan dari Prancis, sementara BIUTR menarik minat beberapa negara investor.

“Kalau BRT, World Bank. Kalau LRT kayaknya Perancis,” kata Farhan. Mengenai BIUTR, ia menyebut ada beberapa negara yang berminat: “Nah itu ada tiga yang rebutan. Ada yang Australia, ada yang Jepang, ada yang Korea,” ujarnya.

Bandara Husein Sastranegara

Selain proyek transportasi darat, Farhan menyampaikan harapan agar Bandara Husein Sastranegara dapat segera difungsikan kembali sebagai bandara internasional sesuai arahan presiden.

“Dan transportasi yang tentu saja sekarang bisa langsung segera diaktifkan kembali adalah Bandara Husein. Insya Allah sesuai dengan arahan Presiden, segera menjadi Bandara Internasional lagi,” ujar Farhan.