Bank Indonesia (BI) menilai tekanan ketidakpastian global belum akan mereda dalam waktu dekat meski Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat pada kesepakatan sementara terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan negosiasi antara AS dan Iran diperkirakan masih dinamis sehingga memerlukan kewaspadaan serta penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Proyeksi Global Dan Dampaknya

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sepanjang 2026 hanya mencapai 3%, sementara inflasi dunia diproyeksikan naik menjadi sekitar 4,4%.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga kebijakan untuk menekan tekanan harga. Di AS, suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) tercatat sebesar 3,75%, namun terdapat peluang kenaikan seiring meningkatnya prospek inflasi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) juga tetap tinggi. Pada 17 Juni 2026, yield tenor 10 tahun tercatat 4,49% dan tenor dua tahun 4,18%, didorong oleh pelebaran defisit fiskal AS.

“Indeks dolar AS terhadap negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY) tetap kuat. Akibatnya, preferensi penempatan investor global ke negara Emerging Markets (EMs) belum kuat dan beralih ke aset aman di negara maju,” ujar Perry.

Respons BI dan Kondisi Domestik

Di tengah tantangan global, BI menilai kinerja ekonomi Indonesia masih terjaga berkat permintaan domestik yang tetap kuat. Pemerintah juga terus mengoptimalkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan mempercepat program prioritas guna mendorong pertumbuhan.

Perry menyatakan BI akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Langkah itu meliputi penguatan kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta kebijakan sistem pembayaran untuk memperluas ekonomi digital dan keuangan inklusif.

“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 berada dalam kisaran 4,9–5,7%,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2026 yang diselenggarakan secara virtual.