Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (FCA) resmi merumuskan versi lebih lunak dari draf regulasi tentang persyaratan modal dan transparansi bagi pelaku industri kripto. Perubahan ini ditetapkan setelah mendapat tekanan dari pelaku pasar yang menilai aturan awal terlalu membebani.
Regulasi yang disesuaikan itu dijadwalkan mulai berlaku penuh pada 25 Oktober 2027, dengan pendaftaran bagi perusahaan kripto dibuka sejak 30 September mendatang.
Inti Pelonggaran Aturan
Salah satu perubahan utama adalah penurunan persyaratan modal minimal untuk penerbit stablecoin dan perusahaan perdagangan kripto. FCA menyatakan langkah ini ditujukan untuk memberi ruang bagi perkembangan industri tanpa mengorbankan stabilitas pasar.
Detail kebijakan termasuk pembebasan bagi perusahaan skala kecil atau berprofil risiko rendah dari kewajiban memublikasikan laporan modal publik, sehingga menghapus rencana blanket disclosure yang sempat diusulkan.
Perubahan Besaran Modal
FCA memangkas sejumlah ambang modal: untuk penerbit stablecoin non-sistemik, tambahan persyaratan modal dipangkas dari 2% menjadi 1% dari total penerbitan.
Sementara itu, untuk token yang disimpan dalam buku perdagangan (trading book), perusahaan kini hanya diwajibkan memiliki modal yang mencakup 40% dari nilai eksposur bersih, ketimbang syarat awal yang mengarah pada kebutuhan modal hingga 100% untuk sejumlah token berisiko.
Aturan Lain yang Dilonggarkan
Selain persyaratan modal, FCA juga melonggarkan ketentuan terkait likuiditas, pengawasan aset dalam grup perusahaan (intragroup custody), dan transparansi pra-perdagangan.
FCA memproyeksikan pelonggaran ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan menambah sekitar 3–4 juta nasabah baru di pasar kripto Inggris.
Respons Regulator dan Peringatan Risiko
Direktur Eksekutif Pembayaran dan Keuangan Digital FCA, David Geale, mengatakan regulasi baru memberi “fondasi yang kokoh bagi industri kripto untuk berkembang” dan merupakan perubahan ruang lingkup terbesar bagi FCA dalam satu dekade terakhir.
Geale menambahkan, “Kripto tetap menjadi investasi berisiko tinggi dan konsumen harus memahami risiko tersebut. Namun, tidak ada salahnya jika masyarakat mengalokasikan sebagian portofolio mereka pada aset berisiko tinggi.”
Sorotan Keamanan DeFi
Kasus peretasan yang menyebabkan hilangnya lebih dari US$500 juta dari dua entitas keuangan terdesentralisasi tahun ini menjadi salah satu alasan FCA akan mengadakan konsultasi publik terkait panduan DeFi. Direktur Pembayaran dan Aset Digital Matthew Long menyatakan aturan akan tetap diberlakukan bila ada entitas pengendali yang dapat diidentifikasi.
Motivasi Pelonggaran
Pelonggaran ini muncul di tengah persaingan regulasi global, termasuk langkah-langkah yang ditempuh Amerika Serikat dan Uni Eropa. FCA menyebut adaptasi aturan sebagai upaya menjaga daya saing Inggris sebagai pusat teknologi keuangan sambil membangun ekosistem yang lebih aman menuju 2027.
Ikuti Ihram.co.id
