Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, 12 Januari 2026. Pada pembukaan bursa pukul 09.00 WIB, IHSG langsung bergerak di zona hijau dan melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung sejak pekan sebelumnya.
Pada menit-menit awal perdagangan, IHSG tercatat menguat lebih dari setengah persen. Hingga pukul 09.01 WIB, indeks berada di level sekitar 8.975 dan sempat bergerak mendekati area psikologis 9.000 secara intraday. Setelah itu, pergerakan indeks terpantau fluktuatif mengikuti dinamika transaksi di pasar.
Sentimen Domestik Masih Mendukung
Penguatan IHSG didorong oleh keyakinan pelaku pasar terhadap stabilitas fundamental ekonomi domestik. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 serta kondisi makroekonomi yang relatif terjaga menjadi sentimen pendukung utama pergerakan pasar saham.
Selain itu, minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar kembali meningkat, terutama pada sektor perbankan, energi, dan pertambangan yang dinilai memiliki prospek kinerja solid.
Arus Modal Asing Masih Masuk
Bank Indonesia mencatat adanya arus modal asing bersih masuk ke pasar keuangan domestik pada awal Januari 2026. Aliran dana tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap pasar Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Masuknya dana asing ke pasar saham turut membantu menjaga momentum penguatan IHSG, meskipun volatilitas jangka pendek tetap berpotensi terjadi.
Dari eksternal, pergerakan positif bursa saham global turut memberikan sentimen tambahan bagi pasar domestik. Pasar merespons positif data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai masih menunjukkan stabilitas, sehingga menjaga ekspektasi kebijakan moneter global tetap kondusif bagi aset berisiko.
Selain itu, harga sejumlah komoditas utama dunia yang masih berada di level relatif tinggi turut menopang saham-saham berbasis sumber daya alam di Bursa Efek Indonesia.
Saham Big Caps Pimpin Penguatan
Pada perdagangan pagi ini, sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat memimpin penguatan IHSG. Saham-saham dari sektor perbankan, energi, dan pertambangan menjadi penopang utama pergerakan indeks, seiring meningkatnya minat beli investor.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif, dengan mayoritas saham bergerak di zona hijau pada awal sesi.
Baca Juga: Rekor Baru IHSG Buka Peluang Uji 9.000, Ini Rekomendasi Saham Analis
Meski tren jangka pendek masih positif, analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati potensi volatilitas pasar. Level psikologis 9.000 dinilai menjadi area resistansi yang berpotensi memicu aksi ambil untung dalam jangka pendek.
Pergerakan nilai tukar rupiah serta dinamika pasar global juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan.


