Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyiapkan Program Pemagangan Nasional angkatan kedua 2026 untuk 150.000 peserta serta program vokasi nasional bagi 220.000 peserta. Paket program itu mencakup 50.000 peserta yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lebih siap memasuki dunia industri.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan program secara lebih matang, termasuk memperbaiki aspek penempatan peserta dan kesesuaian bidang keahlian dengan kebutuhan industri.
“Tentu ini langkah yang sekarang sudah dan sedang kami lakukan, yaitu menyiapkan program dengan sebaik-baiknya,”
pernyataan Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Evaluasi Program Sebelumnya
Kemenaker mengandalkan evaluasi Program Magang Nasional 2025 yang diikuti 102.600 peserta di 8.048 perusahaan sebagai dasar perbaikan. Dalam pelaksanaan tersebut, peserta memperoleh uang saku setara upah minimum, jaminan sosial ketenagakerjaan berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, serta pendampingan dari mentor perusahaan.
Peserta juga mendapat kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada pelaksanaan sebelumnya sertifikasi bersifat opsional; untuk magang angkatan kedua 2026, sertifikasi akan menjadi bagian dari paket program yang diterima peserta.
“Hasil evaluasi ini menjadi dasar perbaikan untuk pelaksanaan program berikutnya agar manfaat yang diterima peserta semakin optimal,”
ujar Yassierli.
Respons Peserta dan Perusahaan
Berdasarkan evaluasi terhadap peserta magang batch 1 dan 2 yang melibatkan 65.245 responden, sebanyak 84% peserta menyatakan puas atau sangat puas terhadap program. Sebanyak 15% menyatakan cukup puas, sedangkan tingkat ketidakpuasan hanya 0,71%.
Dari sisi perusahaan, 84% menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan program magang. Sebanyak 15,42% perusahaan menyatakan cukup puas dan 0,45% menyatakan tidak puas.
Untuk aspek penyelenggaraan program, 35% peserta menyatakan sangat puas, 49% puas, 15,42% cukup puas, 0,32% tidak puas, dan 0,13% sangat tidak puas.
“Menurut kami, ini hasil yang cukup positif sebagai umpan balik untuk pelaksanaan program magang angkatan kedua,”
kata Yassierli.
Tujuan Perluasan Program
Melalui perluasan program magang dan vokasi pada 2026, pemerintah berharap lulusan SMA dan SMK memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.
Ikuti Ihram.co.id
