Sepakbola

Liverpool Tahan Kepergian Federico Chiesa ke Juventus demi Kedalaman Skuad di Bursa Transfer Januari

Masa depan Federico Chiesa di Liverpool kini tengah menjadi sorotan setelah raksasa Italia, Juventus, menyatakan ketertarikannya untuk memulangkan sang pemain ke Turin pada bursa transfer Januari 2026.

Meski Chiesa dikabarkan telah memberikan lampu hijau untuk kembali ke klub lamanya, manajemen The Reds dilaporkan tidak ingin terburu-buru melepas pemain sayap berusia 28 tahun tersebut.

Minim Menit Bermain di Anfield

Sejak bergabung dengan Liverpool, Federico Chiesa memang kesulitan menembus skuad utama. Berdasarkan data statistik, ia baru mencatatkan total 228 menit penampilan di Liga Inggris musim ini.

Foto: Getty Images/sportsphoto/allstar
Foto: Getty Images/Sportsphoto/Allstar

Dari jumlah tersebut, Chiesa tercatat hanya satu kali turun sebagai starter. Kendati demikian, efektivitasnya tetap terlihat dengan torehan dua gol yang berhasil ia sarangkan ke gawang lawan meski lebih sering masuk sebagai pemain pengganti.

Alasan Liverpool Menahan Chiesa

Melansir laporan dari Mirror, ada alasan kuat mengapa Liverpool masih enggan melepas Chiesa di jendela transfer musim dingin ini. Krisis pemain di lini depan menjadi faktor utama pertimbangan klub asal Merseyside tersebut.

  • Absensi Mohamed Salah: Bintang utama Liverpool tersebut tengah memperkuat Timnas Mesir di ajang Piala Afrika.
  • Cedera Alexander Isak: Penyerang andalan lainnya, Alexander Isak, saat ini masih menepi karena mengalami cedera.
  • Jadwal Padat: Liverpool menghadapi jadwal kompetisi yang sangat intensif di paruh kedua musim ini.

Banderol Harga dan Sikap Juventus

Liverpool dikabarkan mematok harga sebesar 10 juta Euro atau setara dengan Rp 196 miliar bagi klub yang berminat meminang Chiesa. Namun, Juventus tampaknya harus bersabar lebih lama jika ingin meresmikan kepulangan sang pemain sayap tersebut.

“The Reds masih membutuhkan Chiesa untuk menjaga kedalaman skuad di lini serang guna mengarungi sisa musim yang krusial,” tulis laporan tersebut.

Dengan kondisi skuad yang pincang, Liverpool memilih untuk memprioritaskan stabilitas tim daripada mendapatkan dana segar dari penjualan pemain di tengah musim.