Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBoC) meningkatkan pasokan likuiditas secara signifikan pada Selasa (30/6/2026) untuk merespons lonjakan permintaan dana menjelang penutupan bulan dan semester pertama.
PBoC menggelontorkan 600 miliar yuan melalui operasi pasar terbuka berupa overnight reverse repo, sekaligus menambah likuiditas 69,5 billion yuan lewat reverse repo tenor tujuh hari. Dalam rilis resminya, bank sentral tidak memublikasikan biaya pinjaman untuk operasi tersebut.
Detail Operasi dan Tingkat Bunga
Untuk instrumen overnight yang baru ini, sumber internal menyebutkan PBoC menetapkan suku bunga di level 1,25%, sama dengan operasi perdana sehari sebelumnya. Level ini 15 basis poin lebih rendah dibandingkan suku bunga reverse repo tujuh hari yang dipertahankan di 1,4%.
Pergerakan likuiditas tercermin di pasar antarbank: suku bunga rata-rata tertimbang dari overnight repo turun 0,7 basis poin menjadi 1,3466% dari penutupan sebelumnya.
Fungsi Instrumen Baru
Ihram.co.id — “Pada tahap ini, overnight reverse repo tampak lebih berfungsi sebagai alat penyedia likuiditas, mirip dengan outright repo dan pinjaman fasilitas pendanaan jangka menengah (MLF),”
Perkataan tersebut disampaikan Xinquan Chen, ekonom China di Goldman Sachs, dalam catatan analisanya. Menurut Chen, keputusan PBoC untuk tidak mengumumkan suku bunga overnight kemungkinan dimaksudkan untuk mempertahankan peran suku bunga reverse repo tujuh hari sebagai acuan utama kebijakan moneter.
Pengenalan overnight reverse repo memberi PBoC instrumen tambahan untuk mengendalikan kondisi likuiditas dan biaya pinjaman secara lebih cepat, terutama saat pasar uang menghadapi tekanan tinggi pada akhir periode pelaporan.
Alasan Intervensi dan Dampak Pasar
Tekanan likuiditas rutin muncul ketika bank komersial perlu memperkuat posisi kas untuk memenuhi persyaratan audit, rasio kecukupan modal, serta penyelesaian transaksi besar. Kekurangan uang tunai di pasar dapat mendorong lonjakan suku bunga antarbank dan mengganggu penyaluran kredit.
Dengan bertindak sebagai pemberi pinjaman terakhir (lender of last resort), PBoC berupaya meredam gejolak pasar uang tanpa harus mengubah suku bunga acuan jangka panjangnya secara tergesa-gesa.
Ikuti Ihram.co.id
