Program Pesisir Berdaya Lestari resmi diluncurkan di Pantai Ketapang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat pesisir melalui integrasi pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi.

Peluncuran dilakukan oleh PT Surveyor Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Yayasan Konservasi Alam Bawah Laut (KABL). Kegiatan dihadiri unsur perusahaan, akademisi, pemerintah daerah, instansi teknis, sekolah, komunitas, dan warga setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susianti, hadir pada acara tersebut untuk menunjukkan dukungan pemerintah provinsi terhadap inisiatif pembangunan pesisir yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Pilar Program

Program ini dibangun atas tiga pilar utama yang saling terintegrasi: pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan terpadu dimaksudkan agar upaya pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan lokal.

Implementasi kegiatan mencakup penguatan pemahaman publik tentang pentingnya menjaga ekosistem laut, sekaligus pemberdayaan masyarakat agar mampu berperan aktif dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Tantangan Ekosistem Pesisir

Dalam beberapa tahun terakhir, terumbu karang di sejumlah wilayah Indonesia mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan kondisi lingkungan. Dampaknya tidak hanya pada biodiversitas laut, tetapi juga sektor perikanan, pariwisata, dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Selain kerusakan terumbu karang, persoalan lain yang dihadapi kawasan pesisir meliputi pencemaran sampah, penurunan kualitas perairan, abrasi pantai, serta berkurangnya tutupan vegetasi pesisir yang berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem.

Peran Multipihak

Pihak penyelenggara menekankan kebutuhan kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat lokal. Sinergi lintas sektor dianggap penting agar program dapat menciptakan dampak berkelanjutan dan memperkuat ketahanan komunitas pesisir menghadapi tantangan lingkungan.

“Melalui Program Pesisir Berdaya Lestari, kami menghubungkan pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu pendekatan yang terintegrasi. Harapannya, masyarakat pesisir dapat semakin berdaya, lingkungan tetap terjaga, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” kata Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Surveyor Indonesia (Persero), Martyanto Tedjo Purnomo.

Langkah Konkrit di Tingkat Komunitas

Peningkatan kesadaran masyarakat disebutkan sebagai salah satu kunci. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan pantai, mengurangi pembuangan sampah ke laut, mengelola sampah berbasis komunitas, serta meningkatkan literasi mengenai terumbu karang menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pemulihan.

Berbagai praktik yang telah berjalan di sejumlah wilayah — mulai dari aksi bersih pantai, bank sampah, penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, hingga pembentukan kelompok masyarakat pengawas — dipaparkan sebagai contoh tindakan yang dapat diterapkan secara lebih luas.

Penyelenggara berharap inisiatif ini tidak hanya membantu memulihkan kondisi lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perlindungan ekosistem laut merupakan tanggung jawab bersama yang bermula dari langkah-langkah sederhana di tingkat masyarakat.