Sepakbola

Viktor Gyokeres Lewati 1.000 Menit Tanpa Gol Open Play, Investasi Besar Arsenal Mulai Dipertanyakan

Arsenal belum mendapatkan imbal balik yang sepadan dari investasi besar mereka terhadap Viktor Gyokeres. Penyerang asal Swedia tersebut sejauh ini mencatatkan performa yang tergolong mengecewakan bagi publik Emirates Stadium.

Diboyong dengan mahar mencapai 63,5 juta Paun pada bursa transfer musim panas tahun lalu, Gyokeres diharapkan menjadi mesin gol utama. Kehadirannya diproyeksikan untuk mendongkrak peluang The Gunners dalam persaingan ketat memperebutkan gelar juara Liga Inggris.

Statistik yang Mengkhawatirkan

Foto: Action Images Via Reuters/lee Smith
Foto: Action Images via Reuters/Lee Smith

Namun, hingga musim kompetisi berjalan lebih dari separuh jalan, kontribusi pemain berusia 27 tahun itu masih jauh dari harapan. Dari 19 pertandingan Liga Inggris yang telah dilakoni, ia baru mampu mengoleksi lima gol.

Catatan gol tersebut tersebar di empat pertandingan berbeda, yakni:

  • Dua gol ke gawang Leeds United
  • Satu gol ke gawang Nottingham Forest
  • Satu gol ke gawang Burnley
  • Satu gol ke gawang Everton

Paceklik Gol dari Permainan Terbuka

Satu aspek yang menjadi sorotan tajam adalah kesulitan Gyokeres dalam mencetak gol melalui skema permainan terbuka atau open play. Berdasarkan data Opta, terakhir kali ia mencetak gol dari skema tersebut adalah saat melawan Nottingham Forest pada 13 September 2025.

Artinya, pemain internasional Swedia ini telah melewati 1.010 menit di lapangan tanpa satu pun gol dari permainan terbuka. Golnya ke gawang Burnley pada November lalu lahir dari situasi sepak pojok, sementara golnya ke gawang Everton tercipta melalui titik putih.

Kritik Pedas Paul Merson

Kondisi ini memicu kekhawatiran, terutama saat Arsenal memasuki fase krusial dalam perburuan gelar juara. Eks pemain Arsenal, Paul Merson, menilai Gyokeres bukanlah tipe pencetak gol alami yang dibutuhkan tim asuhan Mikel Arteta.

“Menurut saya Arsenal tidak punya pencetak gol alami. Gyokeres datang dan seharusnya jadi sosok itu, tapi bagi saya dia bukan pencetak gol alami,” ujar Merson.

Merson menambahkan bahwa Gyokeres jarang berada di posisi yang tepat untuk melakukan penyelesaian sederhana atau tap-in. “Ketika nanti persaingan sampai di delapan laga terakhir dan situasi menjadi sangat menegangkan, Anda mungkin butuh sesuatu yang muncul dari ketiadaan,” pungkasnya.