PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempercepat penanganan kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang dengan mengoptimalkan operasi pelabuhan dan armada. Hingga Rabu (24/6), antrean kendaraan menuju pelabuhan tersebut tercatat mencapai sekitar lima kilometer.

Perusahaan menyatakan seluruh sumber daya dikerahkan untuk memperlancar arus penyeberangan, menjaga keselamatan, serta memastikan layanan tetap andal bagi pengguna jasa.

Faktor Kepadatan dan Penyesuaian Operasional

Kepadatan mulai terlihat sejak Minggu (21/6) akibat kombinasi peningkatan mobilitas selama libur sekolah dan kondisi cuaca di Selat Bali yang menuntut kewaspadaan lebih tinggi. Perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang, terutama pada malam hari, mengharuskan penyesuaian proses bongkar muat kapal demi keselamatan pelayaran.

Volume kendaraan yang menyeberang meningkat signifikan. Pada Minggu (21/6), jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit, naik 23% dari 7.769 unit sehari sebelumnya. Lonjakan terbesar terjadi pada kendaraan pribadi roda empat, yang naik 30% dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit.

ASDP menyampaikan bahwa gangguan operasional pada dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP membuat sebagian angkutan barang dialihkan ke kapal feri reguler, sehingga memengaruhi pola layanan.

Langkah Penguraian Antrean

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, meminta maaf atas ketidaknyamanan pengguna jasa akibat kepadatan beberapa hari terakhir. “Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kondisi yang terjadi. ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja keras mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat normalisasi layanan dan memastikan arus penyeberangan tetap berjalan optimal,” ujarnya pada Kamis (25/6/2026).

ASDP mengoptimalkan operasional dermaga dan armada. Operasional di Dermaga Moveable Bridge (MB) berjalan normal dengan dukungan 30 kapal, sementara Dermaga Bulusan mendapat tambahan KMP Portlink VII untuk meningkatkan kapasitas. Satu unit kapal di dermaga Landing Craft Machine (LCM) dioperasikan dengan skema full TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) untuk mempercepat pergerakan kendaraan angkutan barang.

Selain itu, KMP Prathita ditempatkan di dermaga ponton untuk membantu mengurai antrean kendaraan roda dua yang meningkat selama masa libur sekolah. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengalihkan sebagian kendaraan barang ke layanan ferry reguler sambil memprioritaskan kelancaran kendaraan pribadi dan bus.

Hasil dan Imbauan Untuk Pengguna Jasa

Hingga Kamis (25/6) siang, langkah-langkah penanganan menunjukkan hasil: panjang antrean menurun menjadi sekitar 2,5 kilometer, jauh lebih terkendali dibandingkan kondisi sebelumnya. ASDP menyebut hingga saat ini operasional melibatkan hingga 29 armada kapal untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengimbau masyarakat memanfaatkan program stimulus tarif pemerintah selama libur sekolah yang berlaku di 14 pelabuhan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk. Program memberikan diskon 100% tarif jasa kepelabuhanan—rata-rata setara pengurangan sekitar 21,9% dari total tarif tiket penyeberangan—untuk perjalanan dengan jadwal keberangkatan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

Windy juga meminta pengguna jasa merencanakan perjalanan, membeli tiket lebih awal melalui Ferizy, serta memastikan memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. “Pengguna jasa juga diharapkan datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket agar dapat meminimalisasi kepadatan di area pelabuhan,” kata Windy.

ASDP menegaskan komitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi operasional bersama regulator dan pemangku kepentingan agar layanan penyeberangan tetap berjalan aman, andal, dan optimal selama periode libur sekolah.