Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami penyesuaian anggaran yang berdampak pada jumlah penerima manfaat, menurut pembahasan internal pemerintah. Hasil kajian sementara menyebut jumlah penerima dapat turun dari rencana semula menjadi sekitar 49 juta orang.

Penyesuaian meliputi pemangkasan anggaran dan evaluasi target penerima, termasuk pengetatan kriteria sosial-ekonomi dan penundaan pembangunan dapur baru yang semula direncanakan.

Rencana Pemangkasan Anggaran

Dalam pembahasan internal, Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan pemotongan sedikitnya 15% dari anggaran MBG tahun 2026 yang saat ini tercatat Rp 268 triliun. Besaran pengurangan diperkirakan mencapai sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 50 triliun, menurut beberapa sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Sebelumnya alokasi program sempat ditetapkan Rp 335 triliun, namun telah dikurangi menjadi Rp 268 triliun pada Mei 2026 sebagai bagian dari penyesuaian ruang fiskal. Hingga kini, keputusan pemangkasan terbaru belum final dan masih menunggu hasil evaluasi.

Perubahan Target Penerima Manfaat

Hasil evaluasi internal menunjukkan kemungkinan penurunan jumlah penerima manfaat MBG dari 62,5 juta menjadi sekitar 49 juta orang. Angka itu disebut masih bersifat perkiraan sementara dan dapat berubah seiring perhitungan yang sedang berlangsung.

Penyesuaian penerima manfaat direncanakan dilakukan melalui pengetatan kriteria sosial dan ekonomi, menurut dokumen presentasi internal yang dibahas sumber-sumber dalam rapat.

Penundaan Penambahan Dapur Baru

Dokumen presentasi internal juga menyebut rencana penundaan penambahan lebih dari 13.000 dapur baru yang sebelumnya direncanakan untuk memperluas program. Penundaan ini menjadi salah satu langkah untuk menekan kebutuhan anggaran.

Proses Pembahasan dan Opsi Perancangan Ulang

Rencana penyesuaian telah dibahas bersama komisi terkait di DPR dan diperkirakan akan dibahas lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang. Keputusan akhir belum ditetapkan.

“Program ini membutuhkan perancangan ulang total, yang melibatkan sistem yang kurang terpusat,”

sebuah sumber yang mengetahui pembahasan menyampaikan kemungkinan pemerintah mempertimbangkan model dapur berbasis sekolah untuk menekan biaya operasional dibanding membangun fasilitas baru secara masif.

Program MBG merupakan program prioritas presiden yang mulai berjalan pada Januari 2025. Awalnya program ini ditargetkan menjangkau 83 juta penerima dan memperoleh alokasi anggaran Rp 335 triliun pada 2026.

Jika usulan pemangkasan anggaran terbaru disetujui, anggaran program MBG akan kembali berkurang dari alokasi saat ini.