Pemerintah menegaskan program Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda dirancang sebagai satu kesatuan ekosistem untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan memastikan keadilan pendidikan bagi lapisan paling rentan.

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, mengatakan Sekolah Rakyat bukan program mandiri melainkan bagian dari upaya afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait. Menurutnya, pendekatan ini tidak sekadar membangun fasilitas pendidikan, tetapi juga memberdayakan ekonomi keluarga siswa agar terjadi kemajuan sosial dan ekonomi.

“Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait. Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun fasilitas fisik, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan. Semuanya bekerja dalam satu ekosistem pendidikan yang utuh bersama sekolah negeri dan Sekolah Garuda,” ujar Andy (25/6/2026).

Andy menyebut pemerintah telah menetapkan peta jalan ekspansi yang terukur, dengan target pembangunan 100 titik sekolah baru setiap tahun sampai mencapai 500 titik pada 2029. Selain itu, program ini disertai bantuan sosial dan inisiatif seperti Koperasi Desa Merah Putih untuk mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga siswa.

Andy juga menautkan arah kebijakan tersebut dengan visi jangka panjang: keberhasilan program diharapkan turut menyumbang pada pencapaian Indonesia Emas 2045 sehingga anak didik merasakan prospek masa depan yang lebih baik.

Pengamat pendidikan R. Alpha Amirrachman menilai pembagian peran antara tiga jenis sekolah itu sebagai strategi keadilan yang ideal untuk mengatasi kesenjangan kualitas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-kementerian dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu.

“Kebijakan pendidikan berlapis ini adalah terobosan krusial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi bagi 3,4 juta anak yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan ekstrem. Dengan kolaborasi antar-kementerian yang semakin solid dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu, kita sedang membangun fondasi SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan relevan seperti literasi AI dan data science,” kata Alpha.