Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mencatat saldo dana abadi sebesar Rp 180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana ini merupakan akumulasi sejak 2010 untuk mendukung pembiayaan pendidikan, penelitian, perguruan tinggi, dan kebudayaan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan dana abadi yang dikelola terus berkembang dan menjadi instrumen penting bagi pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Pada tahun 2026 kami mengelola dana abadi sejumlah Rp 180,81 triliun,” ujar Yon dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (16/6/2026).
Komposisi Dana Menurut Tujuan
Dari total saldo, porsi terbesar adalah dana pendidikan termasuk pesantren senilai Rp 148,1 triliun. Rinciannya juga mencakup dana pendidikan untuk Sekolah Umum Garuda sebesar Rp 1,7 triliun.
Selain itu terdapat dana abadi penelitian sebesar Rp 13,99 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp 11 triliun, dan dana abadi kebudayaan Rp 6 triliun.
Kinerja Investasi dan Realisasi Belanja
Hingga Mei 2026, dana kelolaan LPDP menghasilkan pendapatan investasi sebesar Rp 2,8 triliun. Realisasi belanja untuk layanan dan program yang didanai mencapai Rp 4,4 triliun.
Dengan kondisi tersebut, LPDP mencatat defisit sebesar Rp 1,5 triliun. Yon mengatakan kebutuhan pendanaan layanan tetap dapat dipenuhi melalui pemanfaatan akumulasi saldo anggaran lebih dari tahun-tahun sebelumnya.
Strategi dan Komposisi Investasi
LPDP menempatkan sebagian besar portofolio pada instrumen yang relatif aman dan likuid. Komposisi investasi terdiri atas obligasi negara 75%, deposito 20%, obligasi korporasi 4%, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) 2%.
Yon menegaskan pengelolaan investasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, pemenuhan kebutuhan likuiditas, serta mitigasi risiko.
“Tentu keseimbangan antara investasi jangka panjang dan jangka pendek untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan beasiswa serta memperhatikan opportunity dari yield yang kami harapkan,”
Untuk meningkatkan hasil investasi, LPDP menerapkan sejumlah strategi, antara lain pergeseran portofolio ke investasi jangka panjang, inisiasi kerja sama investasi di luar APBN, penerapan strategi natural hedging dan penguatan jejaring global, serta eksplorasi peluang hibah dan skema pendanaan bersama (co-funding).
LPDP juga menargetkan tingkat imbal hasil investasi sesuai Pernyataan Kebijakan Investasi Pemerintah (PKIP), yaitu sebesar 6,14%.
Hibah Internasional
Selain mengelola dana abadi, LPDP menerima hibah senilai US$ 5,43 juta dari Bill and Melinda Gates Foundation. Hibah tersebut digunakan untuk mendukung riset pembudidayaan pisang yang melibatkan institusi dari tujuh negara: Australia, Belanda, Belgia, Ceko, Indonesia, Italia, dan Uganda.
Ikuti Ihram.co.id
