Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) mulai sesi I perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Langkah ini diambil setelah saham emiten perkebunan sawit tersebut mengalami lonjakan harga yang dinilai signifikan secara kumulatif.
Menanggapi kebijakan otoritas bursa, Direktur NSSS Miniwati Kasmita menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki informasi material yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha atau nilai sahamnya. Ia menegaskan bahwa pergerakan harga saham sepenuhnya merupakan mekanisme pasar.
“Mengenai pergerakan harga saham di pasar, merupakan hasil dari mekanisme pasar dan sepenuhnya berada di luar kendali Perseroan,” ujar Miniwati dalam surat tanggapan kepada BEI.
Manajemen NSSS berkomitmen untuk terus berfokus pada operasional dan peningkatan kinerja fundamental perusahaan. Upaya ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi investor, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.
Suspensi oleh BEI
Sebelumnya, BEI secara resmi mengumumkan suspensi terhadap 4 saham akibat lonjakan harga tajam, termasuk salah satunya saham NSSS. Pemberitahuan ini ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Mulyana P.H., pada Kamis, 8 Januari 2026.
BEI menyatakan bahwa suspensi diberlakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor dari potensi kerugian akibat pergerakan harga yang tidak wajar.
Rekam Jejak Perdagangan Saham NSSS
Analisis rekam jejak perdagangan saham NSSS menunjukkan tren penguatan yang cukup dramatis. Sejak awal tahun hingga Kamis, 8 Januari 2026, harga saham NSSS tercatat melonjak 320 poin atau mencapai 34,41 persen, ditutup pada level Rp1.250 per saham.
Tren kenaikan ini telah berlangsung sejak akhir November 2025, ketika harga saham NSSS masih berada di kisaran Rp530 per saham. Memasuki Desember 2025, reli saham NSSS terus berlanjut dan ditutup pada level Rp925 per saham pada 30 Desember 2025. Kenaikan beruntun inilah yang akhirnya mendorong BEI untuk mengambil tindakan suspensi.




